Batuk, Pilek dan Demam

VARASH HEALING OIL VS BATUK, PILEK DAN DEMAM

Nama           : Agata Maria Ety Setyaningsih
Alamat         : Kleben RT 02/RW 043 Caturharjo, Sleman, DIY
Usia           : 45 Tahun

Kesibukan barunya sebagai anggota paduan suara inti sekolahnya, acara keluarga wara-wiri, istirahat yang kurang dan makan yang tidak teratur dalam beberapa hari, tak ayal membuat jagoan yang biasanya tangguh ini akhirnya tumbang juga. Batuk pilek yang disertai demam memaksanya untuk undur diri dari semua aktivitasnya. Tidurnya mengigau dan tidak tenang, badannya panas, berusaha selalu bertelut dalam rengkuhan tanganku, setiap kali kutarik tanganku ia terbangun.

Wah, kalau sudah begitu, pasti dia memang merasa sangat tidak nyaman. Malam itu, 2 jam sekali, aku balurkan VARAH Healing Oil (VHO) di 3 titik cakra utama plus perut, dada dan lehernya (dulu sebelum mengenal VHO, kami menggunakan minyak kayu putih dan irisan bawang merah untuk mengobati masuk angin/influenza. Sudah terbiasa tidak menggunakan obat kimia dari sejak lahir sampai usia 9 tahunnya kini). Dan, syukurlah sekalipun terlihat lemas untuk mendudukkan tubuhnya, dia mau dibujuk untuk minum air putih setiap kali selesai dibalurkan minyak Varash.

Paginya, tubuhnya masih panas, lemas dan sama sekali tak berselera untuk makan. Hanya 1 butir apel di pagi hari dan 1 butir apel di siang hari yang sanggup ia makan. Pola tingkahnya yang biasanya suka menggoda dengan kelitikan-kelitikan, celoteh-celoteh, canda dan jumpalitannya pun lenyap. Dia jadi tenang sekali. Seharian itu ritual Varash kulakukan. Setiap 2 jam sekali ku balur di 3 titik utama dan setiap 15 menit ku balur dada dan lehernya, lalu memintanya minum air putih. Meskipun tidak mau yang hangat tidak apalah, yang penting air putih. Ia menghabiskan seharian waktunya dengan tidur dan tidur-tiduran. Mungkin beginilah cara tubuhnya menghadapi virus influenza, total istirahat. Malam hari kedua, tidurnya lebih lelap, ritual Varash hanya kulakukan 3 kali, menjelang tidur, tengah malam dan waktu ia bangun keesokan harinya.

Hari kedua, tralala… Suhu tubuhnya sudah normal, ingus sedikit meler di hidungnya dan batuk sesekali saja. Hampir dikatakan sembuh. Beberapa jam sehabis sarapan sebutir apel, ia sudah mau makan nasi dan sup sayur kesukaannya. Dan siangnya polah “usil”nya sudah kembali. Hore, berkat ritual Varash, si virus batuk pilek dan demam takluk hanya dalam 2 hari saja.

 

Terima kasih Varash.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *