Mata Sehat dan Segar dengan Varash

MATA SEHAT DAN SEGAR DENGAN TERAPI MINYAK VARASH
 
Nama saya Chuang, umur nyaris 41 tahun, jadi termasuk sudah cukup tua,  Meskipun demikian, menurut dokter mata yang dulu (sekitar tahun 2008) mengoperasi katarak saya, mata saya jauh lebih tua umurnya daripada umur saya. Dalam kata-kata beliau, mata saya seperti mata kakek-kakek 60 atau bahkan 80 tahun.
Saya pikir, oke…tak apalah. Mata tua ini mungkin memang tak bisa melihat sejelas dan sejernih mata Superman, tak penting. Karena yang penting bagi saya, dengan mata ini saya masih bisa membedakan antara duit 100rb dan duit 10rb, atau melihat mana gadis cantik dan mana yang biasa-biasa saja, haha.. Maaf, tidak bermaksud seksis, haha…saya kan cowok normal. Silakan para gadis juga boleh kok mengatakan hal yang sama tentang cowok.
Nah, sejak selesai dioperasi untuk mengangkat lensa mata yang keruh karena katarak dan diganti dengan lensa mata buatan, mata saya memang bernasur-ansur nyaman untuk dipakai sehari-hari membaca, melihat pemandangan atau yang cantik-cantik (kumat nih mata keranjangnya…:
Tapi ada efek sampingannya: tiap pagi mata saya mengeluarkan kotoran mata (rheum, kalau menurut bahasa medisnya) yang cukup banyak, dan muncul lagi dan lagi walaupun saya sudah mencuci wajah. Rheum itu juga kadang-kadang muncul setelah saya membaca buku dalam waktu yang agak lama dan disertai dengan rasa perih di mata. Jadi, meskipun katarak sudah tak ada, mata menjadi lebih cepat lelah dan kotorannya cukup menganggu saat pagi hari.
Namun sekarang beda.
Setelah sekitar sebulan menterapi mata dengan menggosokkan minyak obat herbal Varash di seputaran otot-otot mata dan otot-otot wajah (lihat pada gambar diagram), di sepanjang tulang punggung dan telapak kaki sehari 2x, kini gangguan tersebut sudah berkurang banyak. Bahkan kini saya bisa membaca buku dengan lebih lama tanpa mata menjadi cepat lelah dan terasa panas. Selain itu, secara umum saya merasakan penglihatan saya menjadi sedikit lebih baik daripada sebelumnya. Tapi perubahan yang membahagiakan ini tidak serta-merta saya alami setelah sekali dua kali penggosokan minyak varas, melainkan setelah menghabiskan sekitar 3 botol minyak varash dan rajin serta tekun menterapi mata setiap hari. Kuncinya memang ada di situ: sebagus apa pun obat, jika tidak tekun berobat dan tidak dipakai sesuai aturan, maka tak akan berguna.
Oh ya, bagi siapa pun yang ingin mencoba terapi ini, perlu diingat bahwa pada awal terapi sangat mungkin mata akan terasa kurang nyaman, seperti terasa tebal atau agak sakit di bagian otot-otot mata (bagian lingkar luar kelopak bawah, sekitar kantong mata, serta di lengkung alis). Itu tampaknya adalah growing pain, semacam rasa sakit yang menandakan terjadi perubahan menuju kesembuhan. Jadi, teruskan saja terapinya. Saya sendiri masih terus menterapi mata saya dengan minyak Varash agar kondisinya menjadi lebih baik atau minimal untuk menjaga tetap sehat dan nyaman seperti saat ini.
Semoga informasi dan kesaksian ini berguna bagi siapa pun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *