Susah Tidur, Jadi Nyenyak Dengan Varash

Susah Tidur, Jadi Nyenyak Dengan Varash

Nama   : Santy Sinaga

Umur   : 37 Tahun

Asal     : Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara

 

Tidak tau , ntah bermula dari mana, tiba-tiba aku tersadar akan suatu hal, yaitu aku mengalami keluhan susah tidur. Pada awalnya tidur malam adalah hal yang sangat mudah bagi ku, apalagi kalau seharian sudah capek bekerja, pasti kalau malam hari tidak butuh waktu yang lama aku pun sudah terlelap.

Tetapi beberapa  tahun belakangan ini, semenjak suami kuliah lagi di kota yang lain (hanya sekali-seminggu atau sekali dua minggu pulang) tidur malam adalah hal yang sangat sulit kurasakan. Seandainya pun dapat tidur malam, selang beberapa jam antara jam 12 atau 1 dini hari terbangun.

Apabila sudah terbangun mata ini tidak bisa lagi terpejam, otak pun seakan terus bekerja, bahkan suara sekecil apapun bisa ku dengar. Mungkin pengaruh karena suami tidak di rumah, perasaan selalu khawatir apabila anak sakit atau ada sesuatu yang terjadi tidak ada yang bantu.

Menjelang subuh, mata baru terasa ngantuk akan tetapi tidak bisa lagi tidur, karena jam 5 pagi harus bergegas ke dapur untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan sebelum berangkat kerja. Saya adalah seorang guru. Jarak dari tempat tinggal saya ke sekolah sekitar 11 km dan saya berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda motor.

Bisa dibayangkan dengan kondisi yang kurang tidur harus mengendarai sepeda motor di pagi hari yang masih penuh dengan kabut, belum lagi kalau hujan di pagi hari. Makin lama kondisi saya makin menderita. Saya sempat stress karena setelah pulang sekolah pun sekitar jam 3 sore, setelah sampai dirumah harus dihadapkan lagi dengan pekerjaan rumah. Berhubung saya tidak punya pembantu rumah tangga (sangat sulit mendapatkan orang yang baik dan jujur sekarang ini).

Karena kurang tidur, mata perih, kepala sakit, badan pegal-pegal karena masuk angin, pikiran ku pun kacau membuat aku selalu gelisah di malam hari dan keringat dingin, jantung berdebar-debar.

Kondisi yang seperti itu ku alami hampir 2 tahun. Aku tidak pernah mengkonsumsi obat tidur, karena ku tau efeknya buruk bagi tubuh ku dan aku takut ketergantungan. Aku hanya menggunakan minyak angin biasa.

Diawal bulan Januari kemarin, ketika aku menggunakan minyak Varash untuk batuk sesak anak ku, aku pun mencoba membalurkan ke tubuh ku.  Sesuai dengan petunjuk tempat pembaluran minyak dan tambahannya ku balur juga di dahi, dan kepala.

Setelah ku pakai minak Varash, ada parasaan tenang, nyaman, badan begitu rileks dan tidur ku sangat nyanyak. Dan ketika bangun di pagi hari badan terasa segar dan bertenaga, selain itu rasa gelisah dan keringat dingin serta pikiran yang membuat stress itupun hilang.

Sudah 4 bulan aku menggunakan Varash, meskipun setiap pagi aku pergi ke sekolah dengan jarak yang cukup jauh dan kondisi cuaca yang tidak menentu, sekarang aku bisa menikmati hari-hari ku sebagai ibu rumah tangga dan wanita pekerja.

 

Terimakasih Tuhan, terimakasih Varash.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *